Relasi Syukur Dalam Meminimalisir Korupsi Di Indonesia Perspektif Al-Qur’an
DOI:
https://doi.org/10.54625/elfurqania.v10i01.7531Abstrak
Tindak pidana korupsi di Indonesia dari tahun ketahun terus meningkat serta semakin bervarian bentuk perilaku korupsi tersebut, sehingga dengan segala pertimbangan pemerintah indonesia membuat lembaga bantu yang dikhususkan untuk menangani korupsi. Lembaga bantu tersebut adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun demikian, sampai pada detik ini, perilaku korupsi jusru semakin meningkat. Oleh sebab itu peneliti di sini memberikan tawaran penanganan terhadap perilalu korupsi di Indonesia dengan konsep al-Quran melalui teori Syukur dengan metode tematik yang difokuskan pada kajian kepustakaan. Dari hasil kajian ini dapat dikatakan bahwa kebersyuran manusia terhadap apa yang telah didapat akan membentuk karakter dan kepribadian yang baik dan berimplikasi pada perilaku sehari-hari. Kebersyukuran merupakan bentuk emosi positif yang dapat berkembang menjadi suatu sifat kepribadian dengan moralitas yang baik dan berimplikasi untuk mempengaruhi individu dalam merespon sesuatu atau situasi. Sehingga emosi positif dari kebersyukuran tersebut dapat memberikan dampak positif dalam mencegah sikap dan perilaku korupsi. Dimana individu yang memiliki kebersyukuran yang tinggi cenderung akan bersikap menolak terhadap tindakan yang melanggar moral Kata kunci: Syukur, Korupsi, al-Quran##submission.downloads##
Diterbitkan
2024-09-17
Cara Mengutip
mistar, jatim, & Hajad, S. (2024). El-Furqania : Jurnal Ushuluddin Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 10(01). https://doi.org/10.54625/elfurqania.v10i01.7531
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 jatim mistar, Shohebul Hajad

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
