Eskalasi Kebencian Terhadap Yahudi dalam Hadis: Tinjauan Hermeneutika Double Movement
DOI:
https://doi.org/10.54625/elfurqania.v11i01.7887Abstrak
Artikel ini membahas eskalasi konflik antara komunitas Muslim dan Yahudi pada masa Nabi Muhammad melalui tiga fase utama: konflik teologis, pengkhianatan, dan eskalasi berupa pengusiran. Dengan pendekatan hermeneutika ganda Fazlur Rahman, penelitian ini menyoroti konteks sosio-historis yang melatarbelakangi hadis-hadis yang sering dianggap mendukung kebencian terhadap Yahudi. Konflik teologis dijelaskan sebagai upaya Islam untuk memperkuat identitasnya sebagai agama yang independen di tengah budaya abrogasi ajaran sebelumnya. Konflik pengkhianatan diurai sebagai respons terhadap ancaman nyata dari beberapa kelompok Yahudi yang melanggar perjanjian politik. Sementara itu, pengusiran dan penyerbuan yang terjadi pada fase terakhir dipahami sebagai puncak dari eskalasi yang telah lama berlangsung. Pada gerakan kedua hermeneutika, hadis-hadis tersebut direinterpretasi untuk menegaskan bahwa tindakan Nabi lebih didasarkan pada pragmatisme politik dan keamanan komunitas Muslim yang masih rentan, bukan pada kebencian rasial atau agama. Dekonstruksi ini membuka ruang bagi pembacaan yang lebih inklusif, menempatkan hadis sebagai produk situasi sejarah yang kompleks. Dengan demikian, penelitian ini berupaya memberikan perspektif yang seimbang dalam memahami hadis-hadis konflik dan menghindari penyalahgunaan teks-teks agama untuk membenarkan kebencian di era modern.##submission.downloads##
Diterbitkan
2025-03-03
Cara Mengutip
Muhammad Asgar Muzakki. (2025). Eskalasi Kebencian Terhadap Yahudi dalam Hadis: Tinjauan Hermeneutika Double Movement. El-Furqania : Jurnal Ushuluddin Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(01). https://doi.org/10.54625/elfurqania.v11i01.7887
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Asgar Muzakki

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
